Jumat, 08 Desember 2023

Perbedaan sablon rubber dan DTF

 Direct Transfer Film (DTF)



DTF atau direct transfer film menggunakan teknologi print tinta putih dan warna di pet film, lalu diberikan bubuk lem secara merata, lalu dipress di kaos, tanpa proses cutting.

Kelebihan Sablon DTF

Kualitas hasil cetak gambar bagus dan beresolusi tinggi.

Lebih hemat dalam biaya produksi. 

Bisa diaplikasikan pada bahan katun, jersey, polyester dan lainnya.

Dapat mencetak gambar dengan tingkat kerumitan yang tinggi.

Dapat mencetak desain kaos dengan jumlah kecil atau satuan (eceran).

Proses pencetakan gambar / sablon lebih simpel dan hampir tanpa batasan warna.

Mesin sablon DTF dapat menekan inventori khususnya produk jadi.

Sablon awet dengan mengikuti cara cuci yang benar.

Kekurangan Sablon DTF

Area print masih terbatas sesuai area printer (umumnya maksimal ukuran A3).

Jika memproduksi kaos secara massal, maka proses pengerjaan jauh lebih lama.

Gambar tidak bisa gradasi di bagian pinggirnya.

Pemanasan harus tepat, jika tidak, lem tidak akan menempel sempurna.



Sablon Rubber (Rubber = Karet). Seperti makna namanya, sablon rubber adalah sablon yang elastis. Merupakan salah satu jenis sablon yang ramai dipakai di kalangan konveksi di masyarakat.

Sablon rubber juga mampu untuk menutup keseluruhan media tekstil gelap , bahkan yang berwarna hitam sekalipun. Untuk sablon kaos gelap, diperlukan whitebase atau Tinta Rubber Putih Murni. Whitebase berfungsi untuk menutup atau melapisi diantara serat kain agar warna setelahnya bisa sempurna timbul diatasnya.

Kelebihan Sablon Rubber

Harga yang terjangkau apabila produksi massal.

Lebih awet dan tahan lama jika mengikuti cara cuci yang benar.

Sablon bersifat elastis.

Area sablon umumnya bisa lebih besar daripada digital printing. 

Kekurangan Sablon Rubber

Ada minimum order.

Sablon full colour tidak terlalu detail dan cenderung berbintik (raster) di hasil sablonnya.

Waktu dan proses pengerjaan lebih lama untuk jumlah sedikit.


Cara menyeterika film DTF ke baju








Previous Post
Next Post

0 komentar: